Pages - Menu

Thursday, April 27

Surat Cinta Untuk Papa

Dear Papa di Surga..
Assalamualaikum papa

Gak terasa, udah mau 2 bulan papa pergi
Apa kabar papa disana, pasti papa bahagia, pasti papa sehat kan
Bagaimana rumah baru papa disana? Pasti indah yah pa
Pa, surga bagaimana pa? seindah cerita di al quran yah pa
Rumah papa pasti banyak tanaman indah dan cantik-cantik
Disini, tanaman papa juga masih kita rawat lho pa, masih kita siram tiap pagi
Rumah papa disana pasti ada sungai sungai mengalir indah yah pa
Ahhh pasti indah banget, nHa yakin papa pasti bahagia disana

Papa, sebentar lagi keinginan papa terwujud
Lusa, daeng yuni nikah pa..meskipun papa gak hadir bersama kita
Tapi nha yakin, papa pasti lihat dari atas sana J

Pa, nha kangen dipeluk papa
Nha kangen curhat sama papa
Nha kangen jalan-jalan berduaan sama papa
Nha kangen di jail in papa
Nha juga kangen dapet sms-sms puisi dari papa

Pa, disana lihat nha gak
Disana papa inget nha gak
Disana papa kangen nha gak

Papa, maaf yah nha gak sempet kenalin orang yg special ke papa
Tapi nha yakin, papa sudah liat dari sana
Dan nha janji akan berdampingan dengan orang yang tepat sesuai keinginan papa J
Tapi, seperti yang nha selalu bilang ke papa
Once I found my Prince, papa will always be my king ….

Papa juga harus tau, disini nha, mama, yuni, agus semua doain papa
Kita selalu inget papa disetiap doa kita
Papa, ramadhan ini papa gak sama kita lagi, lebaran ini akan jadi lebaran pertama tanpa papa
Tapi nha yakin, papa pasti liat kita semua dari sana

Papa, kita semua kangennnnnn sekali sama papa
you will always be here, right here, in our heart, in our soul



Nha sayang sekali sama papa..


Tuesday, March 14

Doa Untuknya

hari itu, 7 Maret 2017, pukul 07.00 pagi
hari dan waktu dimana dunia ku hancur,, hatiku hancur,,
seseorang yang aku sayangi melebihi diri sendiri
seseorang pelindung hidup saya
seseorang yang selalu menyayangi
seseorang yang tidak pernah menyakiti

dia, Papa..
hari itu, dia pergi untuk selamanya
hari itu, cinta pertamaku pergi untuk selamanya
dan
hari itu, aku hancur, aku patah hati
hari itu, aku jatuh kedalam kesedihan yang amat dalam

Ya Allah
dia milikmu sekarang, dia bersama mu sekarang

Ya Rabb
jaga dia, jaga papa, biarkan dia tenang disana, disisimu

terima kasih Ya Rabb
sudah menjadikanku seorang anak dari laki laki luar biasa
laki laki dengan hati malaikat
laki laki dengan senyuman terindah
laki laki terbaik untuk segala hal

Ya Rabb, Ya Rahman, Ya Rahim
sampaikan salam rindu ini untuknya
karena saat ini, rinduku hanya sebatas doa untuknya






Monday, March 6

Semuanya Bukan (hanya) tentang Cinta

Terkadang hidup kita bisa menjadi begitu sepi dan berharap bisa bertemu dengan seseorang yang bisa membuat hati terasa lebih hangat. Seseorang yang bisa memberikan pelukan yang menjadi semangat menjalani hari. Dan seseorang yang bisa membuat kita jatuh cinta berkali-kali. Tetapi adakala cinta sendiri adalah kosa kata yang asing. Terlalu sering mendengarnya tetapi kita tak pernah mengerti.
Mungkin perjalanan yang kita jalani bukanlah untuk menemukan cinta, tetapi tentang hal lain. Satu, atau dua hal yang lebih besar dari itu. Satu, atau dua hal yang akan mengubah dunia kita.
Perjalanan untuk menemukan keinginan besar yang ingin dikejar, perjalanan untuk menjalani kehidupan yang sudah diimpikan selama ini, perjalanan untuk menemukan tempat memulai hidup yang baru, atau perjalanan untuk bertemu orang-orang seru yang memberikan inspirasi agar menjadi diri sendiri yang lebih baik.
Mungkin perjalanan kita bukanlah untuk menemukan cinta, tetapi untuk memahami diri sendiri. Menciptakan sosok yang berbeda dan meninggalkan semua masa lalu yang telah menjadi beban di pundak. Seperti melepaskan balon-balon kenangan satu demi satu ke angkasa.
Suatu saat, kita akan melihat kebelakang dan menyadari, banyak hal baik yang menunggu di depan dan membuat kita bertanya-tanya, kenapa begitu banyak kesempatan yang telah kita lewatkan demi mengejar satu hal yang mungkin memang bukan perjalanan untuk kita. Bukanlah cinta, tapi lebih dari itu. Satu, atau dua hal yang menjadi prioritas tapi kita tak pernah tetap hati untuk memilihnya. (re-write - dimas novriandi)