Pages - Menu

Tuesday, August 11

Tentang "Bodo Amat"

 

Pernah gak ngerasa capek banget sama dinamika hidup yang jalannya sering banget out of plan? Atauuu ngerasa energi terkuras habis cuma karena ladenin perdebatan gak penting di media sosial maupun di dunia nyata? Kalau iya, welcome to the club. Di dunia yang makin berisik, serba cepet, dan high demanding ini, punya pikiran yang tenang itu terasa seperti sebuah superpower.

Sebenarnya, kunci buat bikin hidup terasa lebih simpel dan gak ribet itu bukan dengan mengontrol atau bisa kuasai semua hal, melainkan belajar untuk mengikuti alur (go with the flow), bisa jaga kedamaian pikiran, dan mempraktikkan seni bodo amat.

gimana caranya meramu prinsip Stoikisme dan the art of not giving a fck* supaya hidup terasa jauh lebih ringan dan bebas dari unnecessary drama.

Dalam hidup, sering kali kita stres bukan karena masalahnya, tapi karena resistensi kita sama keadaan. Kita terlalu fokus sama kalimat "Harusnya enggak gini..." atau "Kenapa harus gue?". Ketika kita belajar menerima keadaan dulu (acceptance), kita bakal punya energi yang cukup buat cari jalan keluar dengan kepala dingin., sambal minum air dingin #lahh

“Life is a series of natural and spontaneous changes. Don't resist them; that only creates sorrow. Let reality be reality.” — Lao Tzu

Secara garis besar, hal di dunia ini cuma dibagi jadi dua kelompok:

  • Hal yang BISA kita kontrol: Pikiran kita, respon/reaksi kita, usaha kita, perkataan kita, dan nilai-nilai yang kita pegang.
  • Hal yang DI LUAR kontrol kita: Perlakuan orang lain, opini orang lain, macet di jalan, cuaca, sampai hasil akhir dari usaha kita.

Kebanyakan anxiety dan kekecewaan muncul karena kita terlalu maksa mengontrol hal-hal di poin kedua. Kita enggak bisa mengontrol cara orang lain memperlakukan Kita, tapi Kita 100% punya kendali atas bagaimana buat meresponnya. When you master your reaction, you win.

Setiap hari kita punya jatah energy and focus yang terbatas. Kalau semua hal dimasukin ke hati, mulai dari masalah di lingkungan kerja, komentar julid tetangga, sindiran teman di Story, sampai berita gosip terkini, ya jelas energi mental kita bakal burnout.

Mulai sekarang, tanya deh ke diri sendiri saat ada hal yang mengganggu:

  • "Apakah hal ini bakal berpengaruh ke hidup gue 5 tahun ke depan?"
  • "Worth it enggak energi gue habis cuma buat mikirin ini?"

Kalau jawabannya enggak, saatnya bilang: "Yaudah lah, bodo amat." Protect your peace at all costs.

Salah satu tanda kedewasaan mental adalah ketika kita mulai males ikut perdebatan yang gak penting. Ingat, kita gak wajib membuktikan bahwa kita benar kepada semua orang. Sering kali, orang berdebat bukan buat mencari kebenaran, tapi cuma buat menang-menangan ego. WOW

Hidup ini sebenarnya gak sekompleks yang sering kita bayangkan di kepala (overthinking). Yang bikin berat itu sering kali ekspektasi kita sendiri dan keinginan buat menyenangkan atau mengontrol semua hal di sekitar kita.

Mulai hari ini, cobalah untuk:

  • Slow down. Jangan serba terburu-buru merespon sesuatu.
  • Focus on the present. Yang lalu sudah lewat, yang besok belum tentu terjadi.
  • Let go. Lepaskan hal-hal yang emang di luar kendalimu.

Saat kita mulai paham kapan harus berjuang dan kapan harus bodo amat, di situlah kita bakal merasakan hidup yang bener-bener tenang, santai, dan damai. Just breathe, flow with it, and enjoy the ride!

Jadi, kalau besok ada yang bilang Gajah bisa terbang-pun, yaudah IYA-in aja biar cepet hahaha

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.