Lebih
dari Sekadar Ucapan: "Hati-hati di Jalan" dan Doa yang Menembus Jalan
Belakangan ini, ada berita yang menyesakkan dada. Kecelakaan kereta yang merenggut nyawa
para pejuang keluarga, para wanita pekerja, para ibu yang mungkin saat itu
sedang menggenggam harapan untuk membawa pulang sedikit rezeki demi keluarga, sekolah
anak atau susu si kecil.
Kejadian ini menyentak kita pada
satu kesadaran pahit: betapa tipisnya garis antara "berangkat
berjuang" dan "pulang tinggal nama". Namun, kalimat sederhana "Hati-hati
di jalan ya" tidak lagi terasa seperti basa-basi rutin. Ia menjelma
menjadi sebuah mantra, sebuah pelukan hangat dalam bentuk kata-kata, dan doa
paling tulus yang bisa kita titipkan pada semesta.
Bagi seorang perempuan, perjalanan
keluar rumah,baik itu menuju kantor, pasar, atau pabrik bukan sekadar
perpindahan fisik. Di dalam tasnya, ada daftar belanjaan yang harus dicukupkan.
Di dalam kepalanya, ada jadwal imunisasi anak yang tak boleh lewat. Di dalam
hatinya, ada keinginan besar untuk melihat keluarganya hidup lebih layak.
Ketika musibah terjadi pada mereka,
yang hilang bukan sekadar angka dalam statistik kecelakaan. Yang hilang adalah:
- Pilar kasih sayang yang biasanya paling pagi bangun
untuk menyiapkan sarapan.
- Penyangga ekonomi yang rela berdesakan di transportasi
umum demi rupiah yang halal.
- Dunia bagi anak-anaknya yang kini harus belajar mengeja
kata "rindu" terlalu dini.
Untuk
Kamu, Wanita-Wanita Luar Biasa
Untuk kalian yang bekerja di luar
rumah: Yang menerjang macet, berhimpitan di kereta, berlarian mengejar transportasi
umum atau mengendarai motor di bawah terik matahari. Kalian adalah pahlawan.
Kelelahan kalian adalah ibadah, dan setiap tetes keringat kalian adalah bukti
cinta yang nyata.
Untuk kalian ibu rumah tangga: Yang
meski tidak "bepergian" jauh ke kantor, namun tetap bertarung dengan
waktu, mengelola emosi, dan memastikan roda rumah tangga tetap berputar.
Kewarasan dan kebahagiaanmu adalah pondasi bagi kesehatan mental seluruh
anggota keluarga.
Ingatlah satu hal: Kamu adalah
jantung dari rumahmu. Dan jantung itu harus tetap berdetak.
Tetaplah sehat, tetaplah waras, dan
carilah kebahagiaan di sela-sela lelahmu. Dunia ini mungkin keras, tapi
ketangguhanmu jauh lebih luar biasa. Jangan lupa untuk beristirahat saat lelah,
karena keluargamu tidak hanya butuh hasil perjuanganmu, mereka butuh senyuman
dan kehadiranmu.
Pulanglah dengan selamat. karena
"hati-hati di jalan" adalah cara dunia mengatakan bahwa kamu sangat
berharga dan ada seseorang yang menantimu di depan pintu rumah dengan rindu
yang utuh.
Peluk erat untuk semua perempuan diluar sana :)
