Pages - Menu

Sunday, February 1

[ #7 Blog Story ] : Mengembalikanmu

 Teruntuk si pemilik nama yang selalu kupeluk dalam doa,

Hari ini, telah kulipat semua harapan yang pernah kau bentangkan. 

Aku sadar, hal hal manis yang kau berikan saat itu ternyata hanyalah sebuah pinjaman, bukanlah sebuah kepemilikan. Begitu banyak "tanda tanya" yang dengan bodohnya kuartikan sebagai "tanda cinta",  kau dan aku hanyalah dua orang asing yang kebetulan saling menyamankan.

Perih rasanya mengetahui bahwa namamu, yang setiap malam kulangitkan dengan penuh kesungguhan, kini telah membumi bukan di hati ku, dan telah meruntuhkan menara impian yang ternyata kubangun sendirian.

Terima kasih untuk perhatian yang pernah membuatku merasa istimewa. kini, bersama tetesan bulir air mataku, aku berhenti mencarimu di antara barisan doaku, meski itu berarti aku harus tertinggal di sini dengan segala kepingan hati yang patah.

Berbahagialah .. Ku Izinkan luka ini menjadi urusanku dengan waktu, dan biarlah namamu tetap ada di langit, namun kini bukan lagi sebagai permohonan, melainkan sebagai sebuah pengampunan.

Aku terlalu sibuk melangitkan namamu, sampai aku lupa bahwa bumi punya cara sendiri untuk menjatuhkan harapanku. Selamat menempuh jalan yang bukan  ke arahku. kepada takdirmu lah, Aku mengembalikanmu.

pic : AI

Mengenalmu tidak pernah menyisakan sesal atau kesal, yang ada rasa Syukur karena begitu banyak hal baik yang hadir karenamu, semua akan kusimpan dalam memori dan kudekap erat dalam kenangan (L)


“AR”

No comments:

Post a Comment

Note: only a member of this blog may post a comment.